Kalau Kamu Anak Muda Tetapi Masih Sering Mengeluh, Coba Deh Tengok Perjuangan Tokoh Ini!

Jika kalian anak  muda  masih sering mengeluh dikasih tugas banyak sama dosen,  mengeluh  lelah bekerja, mengeluh kerja sambil kuliah itu cape banget, IPK turun mengeluh, ga ada waktu buat belajar, skripsi ga kelar-kelar mengeluh. Hidup penuh keluhan, merasa frustasi dengan dengan semua rintangan. Keep Strong Guys, hidup memang penuh dengan liku-liku. Never Give Up! Untuk menjadi berhasil itu memang membutuhkan proses yang tidak mudah, banyak rintangan yang harus dihadapi. Kita harus bersyukur masih bisa berjuang, dengan keadaan tubuh yang lengkap tidak ada kekurangaan apa pun dalam tubuh kita. Jadikan rintangan untuk menjadi kita semakin kuat, menjadi bahan bakar kita untuk tetap semangat dalam mengatasi setiap rintanganan yang ada. Coba kalian tengok perjuangan tokoh ini dalam mengadapi rintangan-rintangan dengan tubuh yang kurang sempurna.

Apakah hidup tanpa memiliki lengan dan kaki bisa sukses?

Memang orang yang tidak memiliki kaki dan lengan bisa hidup sukses? Pasti kalian sering bertanya – tanya. Bukankah kita hampir tak bisa melakukan aktifitas apa-apa jika tanpa memiliki lengan dan kaki. Bagimana bisa hidup dengan sukses?

Terlahir dengan sebagai orang cacat dengan banyak kekurangan. Tidak memiliki lengan dan kaki ternyata tidak menghalangi Nick Vujicic untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya. Pria  kelahiran di Melbourne, 4 Desember 1982 sempat merasakan depresi berat dan ingin bunuh diri diusia 8 tahun. Namun bahwa ia pun sadar hidup harus di syuki walaupun dalam keadaan apa pun.

Nick Vujicic (Sumber: helmimokhtar.files.wordpress.com)

Lahir tanpa lengan atau kaki – tapi dia tidak membiarkan hal itu menghentikannya. Nick berani memainkan sepak bola, golf, berenang, dan surfing, meskipun tidak memiliki anggota badan. Nick memiliki sebuah telapak kaki kecil di bawah pinggul sebelah kiri. Dengan kaki kecil yang dimiliki Nick, orang tuanya mengajarinya cara menyeimbangkan tubuh, berdiri, bahkan berenang. Dengan ketekunan, kesabaran, dan pantang menyerah, Nick kecil yang pada saat itu berusia 6 tahun berlatih menulis, mengambil barang, mengetik, berenang, main golf, bahkan bermain drum menggunakan mesin drum. Ia menamai kaki kecilnya dengan sebutan “my chicken drumstick”.

Ayah Nick adalah seorang programmer komputer dan akuntan dan dia mengajarkan anak kecilnya bagaimana mengetik dengan jari kakinya saat berusia 6 tahun. Ibunya menemukan sebuah perangkat plastik khusus yang berarti ia bisa memegang pena dan pensil. Meskipun risiko bully, orangtuanya bersikeras Nick menghadiri sekolah umum.”Itu adalah keputusan terbaik yang mereka bisa dibuat untuk saya,” tambah Nick, yang kemudian meraih gelar dalam Perencanaan Keuangan dan Real Estate. “Hal itu sangat sulit tapi itu memberi saya kemerdekaan.

Don’t limit yourself. Many people limit themselves to what they think they can do. You can go as far as your mind lets you. What you believe, remember, you can achieve.

-Mary Kay Ash

Namun Nick Vujicic berhasil mendapatkan lebih dari kesulitan ini dan, di usia tujuh belas tahun, memulai organisasi sendiri nirlaba Life Without Limbs. Setelah sekolah, Vujicic masuk universitas dan lulus dengan nilai bagus. Dari titik ini, ia mulai perjalanan sebagai seorang pembicara motivasi dan hidupnya menarik lebih banyak liputan media massa. Saat ini, dia secara teratur memberikan pidato tentang topik, seperti cacat, harapan, dan menemukan arti hidup.

Don’t limit challenge, challenge your limit

Dari kehidupan yang dialami oleh Nick Vujicic mungkin dapat membuat kita belajar, menjadi inspirasi bagi kita semua bagaimana cara hidup dalam keterbatasan. Dengan segala kekurangannya, keterbatasannya, dia mampu bangkit dari lika-liku kehidupan yang pahit dan memotivasi jutaan di berbagai negara. Tuhan memang Maha Adil. Tuhan menganugerahi Nick dengan kesabaran, ketabahan, serta kecerdasan yang luar biasa disamping tubuhnya yang kurang lengkap itu.

Kita sebagai manusia dengan tubuh sempurna ini dan tidak ada kekurangan satu pun sudah sepantasnya untuk kita agar bisa lebih semangat lagi dalam menjalani kehidupan dan tidak banyak mengeluh. Jangan membatasi tantangan, tetapi tantanglah batasan kita. Kita harus bisa menantang batasan kita sendiri. Kita tak boleh berburuk sangka terhadap Tuhan. Kita tak pernah tahu apa rencana Tuhan, tapi bukan berarti Tuhan tak bersama kita. Kita harus terus positif thinking dengan apa pun yang terjadi dalam hidup kita. Seorang Nick Vujicic saja bisa sukses tanpa lengan dan kaki, masa kita ga bisa sich guys. Never Give Up! Break Your Limits Oke!

 

Sharing is caring!

Siti Karomah

Night owl person, penikmat kopi, pencinta buku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *