Ternyata Menunda itu Bagus Loh Guys, Berikut Alasannya

 

 

Menurut sebagian besar orang menunda adalah musuhnya produktivitas. Ternyata pendapat itu tidak sepenuhnya benar.

Menunda  menjadi kebiasaan umum para pemikir kreatif dan pemecah masalah besar.

Itu berawal dari sebuah rasa penasaran.

Siapa yang tidak suka penasaran?

Bagi yang hobi menonton serial drama korea, atau sinetron india, atau film kartun Jepang yang berseri kita suka penasaran bukan, what is the next? what is the ending? saking penasarannya itu sampai tidak sabar menunggu-tunggu terus seri atau episode selanjutnya.

Nah dari kejadiaan inilah sebenarnya kita sudah terkena Efek Zeigarnik, guys. Psikologi memang menarik untuk dibahas. 

 

Asal Mula Efek Zeigarnik

 

 

Efek Zeigarnik ditemukan oleh Psikolog asal Rusia Bluma Zeigarnik. Teorinya diambil dari nama belakangnya sendiri, Zeigarnik.

Dia meneliti mengenai seorang waiters,  bisa mengingat pesanan begitu banyak, mondar-mandir dari satu meja ke meja lain. Tetapi persis setelah pesanan diantar, ia lupa semuanya. 

Secara ringkasnya, ‘Zeigarnik Effect’ bisa diartikan dengan, ketika seseorang sudah mulai melakukan sesuatu, ia akan cenderung terpikir untuk menyelesaikannya.

Bluma Zeigarnik menunjukan bahwa, orang lebih mengingat tugas yang belum selesai. Begitu tugas selesai kita berhenti memikirikannya.

Namun, jika kita melakukan sesuatu dan kemudian dibiarkan tak rampung, tugas itu aktif mengisi pikiran kita. Disitulah terdapat gaap, terdapat interupsi.

Interupsi lah yang membuat kita menjadi kreatif.

Gaap menyediakan waktu bagi munculnya ide-ide baru, penundaan juga memberikan manfaat lain, kita tetap dapat berimprovisasi.

Ketika kita menyusun rencana dengan baik diawal, kita sering terpaku pada struktur yang telah kita buat.

Sikap inilah yang menutup pintu peluang kreatif yang mungkin bersemi di wilayah pandangan kita.

 

Kisah Sukses Efek Zeigarnik

 

 

Para pemenang “Science Talent Search” yang dikenal sebagai ‘Super Bowl of Science” bagi siswa SMA di Amerika Serikat.

Tim yang dipimpin psikolog Rena Subotnik mewawancarai para pemenang tersebut sepuluh tahun setelah kemenangannya, saat mereka berusia awal tiga puluhan.

Mereka ditanya apakah mereka menunda tugas secara rutin dan kreatif juga kedalam kehidupan sosial dan sikap hidup sehatnya.

Lebih dari 68% mengaku menunda paling tidak dua atau empat hal. Penundaan terbukti dalam pekerjaan kreatif.

Para bintang ilmiah ini, memanfaatkan procrastination sebagai bentuk inkubasi yang mencegah pemilihan prematur atas masalah atau solusi ilmiah.

Dalam pekerjaan ilmiah, ide butuh waktu untuk matang dan penundaan adalah salah satu cara mengekang dorongan terburu-buru merespons.

 

Tips Menunda Yang Efektif

 

 

 

Terkadang yang membuat kita menunda adalah kita bingung dari mana kita harus memulai mengerjakan sesuatu.

Banyak orang yang menunda nunda termotivasi dulu baru kemudian bertindak. 

Menunda yang efektif adalah Just Do it.

Jika kita tidak memulai kita tidak akan pernah selesai.

Lakukanlah apa yang kita bisa lakukan terlebih dahulu, misalnya mengerjakan sesuatu dari hal yang menurut kita paling mudah.

Dan setelah itu kita ciptakan gaap dengan menunda sebentar.

Dengan adanya Gaap tersebut kita melakukan untuk berfikir divergen, tidak mencurahkan seluruhnya pada satu ide tertentu.

Hasilnya adalah kita mempertimbangkan cakupan konsep original yang lebih luas dan akhirnya memilih arah yang lebih baru. 

 

Penelitian tentang Penundaan

 

 

Jihae Shin mahasiswa doktoral yang luar biasa kreatif.

Melakukan uji pendapat tentang penundaan.

Shin memimta para mahasiswa di sebuah universitas menulis proposal bisnis untuk mengisi tempat kosong bekas sebuah toko serba ada.

Ketika mereka langsung mengerjakan tugas itu, mereka cenderung mengususlkan ide konvensional misalnya toko serba ada lagi.

Ketika secara acak Shin meminta partisipan menunda, mengalihkan pikiran dari tugas tersebut dengan bermain game komputer seperti Minesweeper, Freecailldan, Solitaire ternyata mereka menghasilkan ide-ide bisnis yang lebih baru, seperti pusat tutor dan penyimpanan.

Penilai independent memeriksa proposal final tanpa tahu siapa yang menunda dan siapa yang langsung mengerjakan proposal partisipan yang menunda ternyata lebih kreatif 28 persen.

 

 

 

Sumber: Grant,Adam.2017.Originals.Jakarta:Naura.

 

 

 

 

 

 

Sharing is caring!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *